logo

Limbah Puntung Rokok untuk Obat Nyamuk

new-picture new-picture-1

Limbah bagi sebagaian orang mungkin mengganggu, dan bahkan menjijikkan. Seringkali kita munjumpai beragam limbah di sekitar kita, misalnya sampah plastik, sisa makanan, sampai puntung rokok. Namun di tangan tim PKM-M (Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat) STKIP PGRI Ponorogo, barang yang dianggap tak berguna tersebut justru dijadikan barang yang bermanfaat. Dengan sentuhan kreatifitas dan pengalaman pribadi, puntung rokok disulap jadi obat nyamuk.

Ide kreatif ini didasari pengalaman sederhana salah seorang anggota tim. Ide tersebut kemudian direalisasikan dalam kegiatan PKM-M dengan judul “Pemanfaatan Puntung Rokok untuk Obat Nyamuk. Kegiatan yang didanai oleh Kemristek Dikti Tahun Anggaran 2017 itu dilaksanakan di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo pada medio Mei-Juni 2017. Desa ini sengaja dipilih karena termasuk desa dengan kategori rentan perkembangbiakan nyamuk.

Hal ini terungkap ketika tim mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), yang berlangsung di Madiun (Kamis, 13 Juli 2017). Monev kali ini dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai PTS di Jatim Wilayah Barat, termasuk STKIP PGRI Ponorogo. Setelah pemaparan hasil, tim PKM-M STKIP PGRI Ponorogo mendapatkan apresiasi dari para reviewer, karena telah menularkan ide kreatif mereka kepada masyarakat mitra (sasaran).

Kegiatan PKM-M merupakan forum bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional dalam merealisasikan ide kreatif dan inovatif sesuai dengan fokus bidang pengabdian pada masyarakat. Tahun 2017 ini, satu tim dari STKIP PGRI Ponorogo mendapatkan hibah PKM-M. Tim tersebut diketuai oleh Rita Ristiana dengan anggota Fadila Mega dan Sri Hartini. Ketiganya merupakan mahasiswa pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PRI Ponorogo.

 

By: Adip Arifin.


Leave a Reply